Language:
Hotline

Search

Kepemimpinan Transformasional di Era Disrupsi Dan Eksistensi Organisasi ICMI

  • Share this:
post-title

Oleh : Adung Abdul Haris

 

I. Pendahuluan

 

Di era disruptif seperti yang telah terjadi secara masif saat ini. Pada faktanya, semua perubahan yang terjadi saat ini memang tidak lagi bersifat linier (lambat). Namun perubahan yang terjadi saat ini, justru cenderung bergerak dengan begitu cepat dan masif. Oleh karena itu, gaya atau tipe (tipologi) pemimpin dan kepemimpinan yang sangat (cocok) untuk diterapkan dan ditawarkan di era disrupsi ini, dan sekaligus sedang berhadapan dengan perubahan yang demikian cepat dan dahsyatnya, yakni sebagaimana sama-sama kita rasakan saat ini, adalah tipe atau gaya (tipologi) kepempimpinan yang bersifat transformasional.

 

II. Pemimpin New Positif Dan Energik.

 

Tipologi atau gaya pemimpin dan kepemimpinan yang dibutuhkan saat ini adalah gaya kepemimpinan yang mendekati “New Positive Energy toward the Transformation Leadership”. Mengingat logika zaman yang terjadi saat ini, dan bahkan zaman saat ini terus mengalami kegenitan peran peran hedonistiknya. Bahkan, realitas dunia saat ini juga sudah sedemikian berubah begitu cepat dan dahsyatnya. Tidak ada yang bertahan kecuali perubahan itu sendiri. Oleh karens itu, kita harus berubah untuk bertahan, karena perubahan itu sendiri adalah sesuatu yang pasti. Bahkan, orang-orang saat ini tidak lagi mendengarkan apa yang dikatakan, tapi lebih melihat pada apa yang dilakukan oleh para pemimpinnya. Untuk itu, pemimpin atau kepemimpinan dalam konteks sekarang ini, sebisa mungkin untuk memberikan contoh yang terbaik pada bawahannya. Karena sejatinya, bahwa memberikan contoh kepada bawahannya merupakan salah satu karakteristik dari pemimpin transformasional yaitu insfirator. Pemimpin dan kepemimpinan dalam konteks sekarang harus mampu melihat logika zaman dan perubahan yang terus terjadi, dan harus punya rasa optimisme yang tinggi demi pergerakan untuk masa depan. Ketika sang pemimpin itu ia harus mampu bergerak, maka sang pemimpin itu ia membutuhkan visi yang insfiratif. Karena visi merupakan salah satu yang mempengaruhi untuk terus bergerak melakukan perubahan. Sedangkan ciri lain dari sosok pemimpin yang insfiratif itu adalah, ia bisa menjadi "role model" yang memiliki kendali internal. Dan karakteristik yang terakhir itu merupakan sumber energi yang amat positif. Sehingga, bawahannya tidak lagi terlalu bergantung kepada pemimpin, dan para bawahannya juga mereka  berani untuk mengambil keputusan. Pada akhirnya, manajemen kepemimpinan-pun akan mampu berjalan lebih cepat dan lebih efektif. Oleh karena itu, saat ini sangat sangat dibutuhkan sosok pemimpin yang lebih responsif, sehingga tidak perlu menunggu pemimpin dalam konteks mengambil keputusan. Namun fakta yang terjadi saat ini, secara umum kendalanya memang belum tumbuhnya keberanian para pemimpin untuk melakukan sesuatu. Bahkan, masih ada juga sebagian kecil (di kepemimpinan birokrasi) yang memang terkesan terlalu banyak rapat namun tidak ada tindakan yang dilakukan. Bahkan, ada adagium yang mengatakan, "pemimpin itu merdu untuk diucapkan, tapi kurang merdu alias pahit untuk dijalankan".

 

Namun kalau kita mencoba mengelaborasi berbagai tipologi kepemimpinan bangsa ini, teruamanya yang pernah dilakukan oleh para pendiri bangsa ini, mereka rata-rata hidup sederhana dan bahkan tidak ada sekat antara pemimpin dengan rakyatnya. Realitas kehidupan mereka sehari hari sangat sederhana dan mereka terus berbaur dengan rakyat yang dipimpinnya, dan kemudian memposisikan diri untuk duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Namun, apa yang terjadi saat ini, ternyata masih ada (oknum) pemimpin di negeri ini yang terus mengalami "krilu logi" atau mengalami kekeliruan. Karena (oknum) pemimpin yang mengalami "krilu logi itu", ia mungkin sejak awal untuk meraih kepemimpinannya itu, memang hanya berorientasi pada kekuasaan semata, sehingga munculah istilah "ilegalitas" kekuasaan yang terus menjadi-jadi dan seterusnya.

 

Bahkan, cita-cita Indonesia merdeka, yakni yang hingga saat ini kita barusan saja memperingati HUT-RI Ke-78, seyogyanya memang harus sudah wujud kemerdekaan seluruh rakyat ini, baik merdeka secara fisik-ekonomis maupun merdeka secara sosial-psikologis. Kenapa kemerdekaan yang utuh bagi seluruh rakyat negeri ini belum terwujud secara utuh...?? Besarkemungkinan akibat (oknum) para pelaksana pemangku kebijakan, mereka masih terus berlomba-lomba untk hidup hidonistik diri, yang akhirnya terkesan masih ada kesenjangan antara pemimpin dengan yang dipimpinnya.

 

Hal itu dalam perspektif ideologis menurut hemat penulis, memang akibat nilai-nilai moral Pancasila, terkesan hanya jadi prasasti bahan pidato diatas mimbar. Dan belum mewujud di bumi sebagai karakter ummat bangsa. Budaya pragmatisme dan gaya hedonisme, memang cepat atau lambat, sejatinya akan menyihir manusia (termasuk oknu pemimpin) akan melupakan purwadaksinya, yakni tentang asal kejadian sang manusia itu sendiri (dari setetes air hina). Namun dengan gemerlapnya alam jagat raya ini, malah manusia akhirnya "ternina bobokan" dan terus berlomba-lomba untuk pencapaian dari sisi materialistik dan hedonistik. Akibatnya alam-pun menegur kita, karena manusia sudah berjalan dengan baju kesombongan dan keserakahannya masing-masing. Bahkan, kondisi dunia saat ini, pada faktanya memang dalam ketidakpastian. Kerisis keuangan, kerisis pangan, kerisis energi, kerisis akhlak, kerisis multidimensi dan lain sebagainya. Dan akibat dari kepongahan manusia, yakni sebagaimana telah diuraikan diatas, dan bahkan yang menjalankan roda kehidupan yang telah dianugerahi amanah tapi malah serakah, dan tanpa keseimbangan untuk kemaslahatan bersama ummat bangsa, yakni untuk hidup yang lebih berkeadilan antar semua lapisan tumpah darah di negeri ini.

 

III. Eksistensi ICMI

 

Pesimisme hidup akibat keponggahan manusia yang pragmatisme dan hedonistik, yakni sebagaimana telah dideskripsikan diatas, maka menurut hemat penulis, ICMI harus hadir sebagai konter dan sekaligus untuk  terus merevolusioner cara pandang dan melakukan trobosan baru dan lompatan kembali untuk membumikan ajaran kenabian. Catatan kitab suci agar bumi ini lebih adil. Dan tidak menutupkemungkinan kehidupan akan terjaga keseimbangan manakala kemaslahatan dapat dirasakan seluruh warga masyarakat bangsa ini. Sehingga kehadiran ICMI sebagai lumbung insan "Ulul Al-Bab" dapat dirasakan manfaatnya oleh bangsa dan ummat Indonesia. Menjaga merawat kebhinekaan dan distribusi anggaran yang adil untuk masyarakat sehingga dapat dinikmati bersama di bumi pertiwi ini. Dan seyogyanya, sudah tidak boleh lagi ada rakyat yang termarginalisir secara ekonomis. Dan rakyat bangsa ini, sudah tidak boleh lagi termiskinkan secara struktural maupun kultural, dan itu merupakan pesan dan amanat Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dan oleh karena itu, secara moral sosial, maka ICMI harus segera berbenah atau melakukan perubahab, dan bersuara lantang mengembalikan kehidupan moral bangsa yang tegak lurus sebagaimana ajaran Pancasila. Indonesia harus bersih dari ilegalitas kekuasaan dan koruptif. Dan kita semua seluruh elemen bangsa ini dan tanpa terkecuali untuk terus belajar jujur, disiplin, kebersihan, ke negri tetangga kita, yakni seperti Singapura, Jepang, Korea dan lain sebagainya. Sudah waktunya (ICMI) untuk merevolusioner gerakannya, yakni untuk berkhidmat melayani ummat dan melakukan pertaubatan nasional untuk kembali Ke jalan yang lurus agar bencana berganti menjadi kemakmuran dan keberkahan. ICMI harus tetap menjadi penyangga perekat ummat yang inspiratif-transformatif.

 

IV. Makna Dibalik Pembaharuan Logo ICMI

 

Logo Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) saat ini sudah  mengalami pembaruan. "Logo utama tetap, tidak berubah. Tapi diperbarui dengan tagline Inspiratif-Transformatif dibawah logo. Inspiratif berarti semua jajaran ICMI menjadi sumber utama yang menginspirasi umat dan bangsa, menjadi ilham dan lentera negeri menuju "rahmatan lil alamin", kata  Wakil Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Dr. Priyo Budi Santoso, pada hari Senin (13/6/2023).

 

Menurut Priyo, transformatif bermakna ICMI harus menjadi penggerak perubahan, berhijrah menuju kebaikan negeri dengan  motor ilmu pengetahuan dan teknologi serta iman takwa. Bahkan menurut Priyo, bahwa rapat perubahan loho ICMI dilakukan secara maraton selama dua bulan. Dalam kesempatan tersebut ICMI mengundang tokoh-tokoh cendekiawan, ahli branding, dan tokoh milenial. Pada bagian logo bertuliskan ICMI digunkan warna hijau. "Warna hijau muda menandakan energik dan semangat yang menyala," kata Priyo Santoso.

Dalam lampiran surat keputusan Majelis pengurus pusat ICMI disebutkan, tagline Inspiratif berarti Insfirasi menjadi diksi yang penting dalam kehidupan seseorang maupun organisasi. Insfirasi diperlukan seseorang maupun organisasi untuk melakukan suatu pekerjaan atau menghasilkan karya yang bermanfaat untuk orang lain. ICMI sebagai Lembaga yang memiliki brand ambassador seluruh pengurus dan seluruh anggota ICMI senantiasa harus insfitatif atau mampu memberikan ilham untuk perubahan yang lebih baik dan bermanfaat untuk orang lain maupun alam semesta (rahmatan lil alamin). Dengan demikian diharapkan ICMI mampu membangun kepercayaan (building trust) yang dimulai dari self trust, kemudian relationship trust, stakeholder trust hingga insfiring trust.

 

Sementara tagline Transformatif, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata transformatif adalah  bersifat berubah-ubah bentuk (rupa, macam, sifat, keadaan, dan sebagainya). Berubah berarti berhjrah atau beradaptasi dengan perubahan baru agar dapat memprediksi kondisi yang ideal untuk mencapai visi. ICMI senantiasa mendorong dan mempengaruhi perubahan dengan teknologi dan proses baru yang inovatif sesuai kebutuhan (needs), keinginan (wants) dan harapan (expectation) semua  pihak yang berkepentingan (stakeholder). Sementara warna hijau logo ICMI bertransformasi menjadi hijau yang lebih muda. Dengan harapan ICMI senantiasa memberikan nuansa yang segar, memiliki ide-ide yang segar, dan sekaligus mampu beradaptasi pada era Milenial.

 

V. ICMI Transformatif Inspiratif Mengawal HAM Rakyat Indonesia Atas Informasi

 

Ketua Umum ICMI, Prof Dr. Arif Satria, bahwa Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) di bawah kepemimpinan beliau, memang memiliki tagline baru, yaitu Transformatif dan Inspiratif. Dan bahkan menurut sang ketua umum ICMI, bahwa ICMI ke depan akan fokus melakukan transformasi peran dan fungsinya dan sekaligus berusaha untuk mengembangkan kerja-kerja yang diharapkan dapat menjadi insfirasi bagi lingkungan sekitar menuju arah lebih baik dalam segala sektor kehidupan. Salah satu transformasi yang akan dilakukan ICMI adalah menjadikan ICMI sebagai Badan Publik Non Negara yang dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip keterbukaan informasi publik sebagaimana diamanahkan Pasal 28 F Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945), Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) beserta aturan turunannya, termasuk dan tidak terbatas Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Standar Layanan Informasi Publik (PERKI SLIP). ICMI sebagai Badan Publik Non Negara berusaha bertransformasi sedemikian rupa sehingga Hak Asasi Manusia (HAM) dan Hak Konstitusional seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) dan seluruh Badan Hukum Indonesia (BHI) atas informasi, sepanjang yang informasi tersebut berada dalam penguasaan ICMI, terlayani dengan baik sesuai peraturan yang berlaku.

 

Di samping itu, ICMI juga akan berusaha berpartisipasi aktif dalam usaha membangun budaya keterbukaan informasi publik pada seluruh Badan Publik, baik Badan Publik Negara maupun Badan Publik Bukan Negara. Dan agenda-agenda membentuk Masyarakat Informatif Indonesia akan menjadi salah satu program unggulan ICMI ke depan. Kebijakan tersebut diambil oleh pimpinan ICMI, tidak saja karena hak atas informasi merupakan Hak Asasi Manusia (HAM) yang telah diakui oleh Konstitusi Negara Indonesia, dan oleh karena itu sekaligus merupakan Hak Konstitusional seluruh WNI, namun juga karena keterbukaan informasi telah ditetapkan oleh negara sebagai salah satu pilar utama dalam mewujudkan cita-cita konstitusi yaitu kesejahteraan lahir batin seluruh rakyat Indonesia, yang oleh Presiden Jokowi dicanangkan melalui penetapan Indonesia sebagai negara paling kuat nomor 5 (lima) secara ekonomi di dunia saat satu abad kemerdekaan Indonesia, tahun 2045.

 

Bahakan dalam konteks sekarang, ICMI juga berkomitmen penuh  menjadi pelopor sebagai Badan Publik Non Negara yang akan menjalankan segala peraturan lainnya yang dikeluarkan oleh Komisi Informasi Pusat, seperti Peraturan Komisi Informasi Pusat tentang Penyelesaian Sengketa Informasi Publik dan lain sebagainya. Tentu ICMI berharap dapat menjadi insfirasi bagi Badan Publik Non Negara lainnya sehingga pada akhirnya seluruh Badan Publik Non Negara dikelola sesuai prinsip-prinsip keterbukaan informasi publik demi terpenuhinya Hak Asasi Manusia (HAM) dan Hak Konstitusional seluruh rakyat Indonesia atas informasi yang berada dalam penguasaan Badan Publik Non Negara tersebut.

 

VI. ICMI Inspiratif Transformatif

 

Pada aca silaknas ICMI dan rapat kerja nasional, yakni dalam rangka memperingati ulang tahun lahirnya ICMI yang ke-32 beberapa bulan yang lalu, pada saat itu ada momentum untuk merevolusioner serta evaluasi mendalam terhadap lembaga ICMI sebagai wadah tempat para cerdik pandai "insan ulul Al-Bab" bangsa negara Indonesia tercinta berkumpul, bersatu untuk Indonesia maju. Tentu sebagai intelektual muslim haruslah mampu menghadirkan menyuarakan keberpihakan terhadap kehidupan realitas sosial masyarakat grass road petani, nelayan, pedagang, buruh yang telah dan sedang berjalan.

 

Cendikiawan muslim haruslah mampu menterjemahkan bahasa langit sehingga membumi, dan sekaligus mampu menghadirkan kehidupan damai penuh cinta dan kemulian langit ke bumi sehingga wahyu/ firman dari langit yang dalam kitab suci hadir dalam realitas nyata di bumi. Itulah makna kesejatian sebagai intelektual muslim bukan hanya muslim yang intelek yang hanya dilebelkan dalam bentuk gelar di depan nama atau di akhirnya. Wadah ICMI sebagai lumbung intelektual muslim, tentunya harus mampu mewujudkan harapan, cita- cita, janji leluhur bangsa ini dimerdekakan yang beliau-beliau tuangkan dalam Pancasila butir ke-5.

 

Pancasila sudah menjadi roal model berbangsa bernegara haruslah dijalankan tegak lurus. Bukan hanya simbol dan semboyan tapi nilai dan moral Pancasila haruslah menjadi karakter warga bangsa ini. Beraddien kaffah (udhulu fi silmi kaafah) dengan berakhlak yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. haruslah dibumikan bukan hanya dijadikan bahan ceramah diatas mimbar dan lain sebagainya. Bukan pula hanya isi pidato disetiap khotbah dan tidak hanya menjadi bahan ajar dalam materi sekolah. Sejatinya akhlaq Rasulullah harus di bumikan dalam konteks kehidupan nyata di bumi ini, yakni mulai dari ruang lingkup terkecil lingkungan keluarga, sekolah, kantor dan bernegara. Hanya dengan membumikan ajaran langit seperti yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah pada ummatnya. Kehidupan di bumi akan terjaga, damai, sejahtera lahir batin. Menemukan keseimbangan yang pada gilirannya akan melahirkan pradaban bumi yang Arif bijaksana aman dan damai. Dengan demikian, maka akan lahirlah negri yang "Baldatun Thoyyibatun Warabbun Gafur".

 

Itulah harapan ummat kepada ICMI agar bangsa Indonesia yang besar serta melimpah hasil bumi yang terkandung di dalamnya. Hal itu agar digunakan seluas-luasnya demi untuk kesejahteraan kemakmuran warganya. Bangsa besar berbudaya ini, harus mengembalikan kejayaannya sebagai bangsa Nusantara tempo dulu. Yang telah melahirkan pradaban bumi, yang dikenal oleh dunia. Contoh bangsa ini pernah menguasai pradaban adalah bahasa sangsekerta yang lahir di tanah Nusantara pernah menjadi bahasa bumi.

 

Tulisan jawi kuno juga pernah menjadi tulisan jagat raya. Bahkan, peninggalan bangunan sejarah seperti bangunan candi-candi sebagai bukti Nusantara pernah berjaya sebagai asal pradaban bumi. Demikian juga dalam konteks wilayah Banten, bahwa ketika di abad ke 16-17 M, sudah disebut negara Banten oleh masyarakat dunia, karena Banten ketika di abad itu, memang sedang mengalami masa superioritas dan kejayaannya, yakni di bawah kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa.

 

ICMI sebagai kumpulan intelektual muslim, kita semua berharap akan mampu mengembalikan kejayaan Nusantara tempo dulu dengan mengembalikan cara dan prilaku kehidupan yang berakhlak model leluhur kita dulu. Patuh tunduk sama semua ajaran langit tidak merusak bumi. Memimpin dengan keteladanan, sebagaimana para nabi-nabi terdahulu memimpin ummatnya.

 

VII. Peran Transformatif Kata-Kata Inspiratif dalam Pertumbuhan Pribadi, Serta Relevansinya Dengan Tagline ICMI

 

Idealisme tentang insfiratif-teanspirmatif dan sekaligus dalam konteks sekarang ini telah menjadi "Tagline ICMI". Sementara filosofi serta efisthema (dasar gagasan atau pemikiran) tentang insfiratif-transpormati yang sudah menjadi "tagline ICMI saat ini", memang kata ata-kata Insfiratif saat ini sudah amat sangat familiar, terutama di media sosial dan lain sebagainya. Bahkan, kata-kata insfiratif itu dikenal sebagai kutipan inspirasi atau motivasi, adalah kata-kata sederhana namun kuat yang memiliki kemampuan untuk menginsfirasi dan mengubah kehidupan orang atau seseorang. Dan kata-kata insfiratif itu bisa kita ditemukan di buku, poster, media sosial, dan bahkan diucapkan oleh orang-orang yang berpengaruh. Bahkan, peran transformatif dari kata-kata inspirasional dalam pertumbuhan pribadi telah diakui oleh banyak orang yang telah mengalami sendiri kekuatan kata-kata tersebut.

 

Inspirasi Untuk Perubahan Positif

 

Salah satu alasan utama mengapa kata-kata inspirasional memainkan peran transformatif dalam pertumbuhan setiap pribadi adalah karena telah memberikan insfirasi untuk perubahan ke arah yang lebih positif. Saat orang membaca kata-kata inspiratif, hal itu dapat memicu perubahan dalam pemikiran, sikap, dan perilaku mereka. Misalnya, kata-kata insfiratif seperti “Tidak ada kata terlambat untuk menjadi yang terbaik”. Hal itu dapat memotivasi orang atau seseorang untuk mengambil tindakan demi untuk mencapai tujuan dan impian mereka.

 

Bantuan Emosional

 

Kata-kata inspiratif juga dapat memberikan dukungan emosional kepada mereka yang sedang melalui masa-masa sulit. Mereka dapat menawarkan sumber penghiburan, harapan, dan dorongan semangat dan lain sebagainya. Kata-kata inspirasional seperti “sukses bukanlah akhir, kegagalan bukanlah hal yang fatal: Keberanian untuk melanjutkan adalah yang terpenting”. Hal itu dapat memberikan kekuatan kepada setiap orang untuk terus maju terlepas dari rintangan atau kegagalan.

 

Refleksi diri

 

Kata-kata inspirasional juga mendorong refleksi diri, yang merupakan aspek terpenting dari pertumbuhan setiap pribadi. Ketika orang membaca kata-kata inspirasional, hal itu dapat mendorong mereka untuk merenungkan tentang kehidupan, kepercayaan, dan nilai mereka sendiri. Mereka mungkin mulai mempertanyakan tindakan dan keputusan mereka, dan kemudian berusaha untuk membuat perubahan ke arah yang lebih positif. Kutipan inspirasional seperti “satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan hebat adalah dengan mencintai apa yang kita lakukan”. Hal itu dapat mendorong orang atau setiap orang untuk merenungkan pilihan karier mereka masing-masing dan kemudian menemukan pekerjaan yang memberi mereka kegembiraan dan kepuasan.

 

Alat Motivasi

 

Kata-kata inspirasi juga dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk membantu orang demi untuk mencapai tujuannya. Baik itu menurunkan berat badan (diet), berhenti merokok, atau mengejar hobi baru dan lain sebagainya. Dan kata-kata inspirasional dapat memberikan motivasi yang dibutuhkan untuk tetap berada di jalur yang benar. Kutipan inspirasional seperti “jangan melihat jam; melakukan apa yang dia lakukan. Teruskan”.

 

Hal itu dapat memberi mereka dorongan yang mereka butuhkan untuk terus bekerja menuju tujuan mereka.

 

Dengan kata lain, bahwa peran transformatif dari kata-kata inspirasional dalam pertumbuhan pribadi tidak dapat dibantah. Kata-kata sederhana namun kuat itu, ternyata memiliki kemampuan untuk menginsfirasi, memotivasi, dan mengubah hidup orang. Baik itu menawarkan dukungan emosional, mendorong refleksi diri, atau memberikan motivasi untuk perubahan ke arah yang positif. Bahkan, kata-kata inspirasional dapat berdampak besar pada kehidupan orang atau seseorang Jadi, luangkan waktu untuk membaca dan merenungkan kata-kata bijak yang ditawarkan oleh kata-kata inspiratif dan lihat bagaimana kata-kata itu dapat mengubah hidup diri kita masing masing.

Web Admin

Web Admin