Oleh: Endang Yusro

Judul pada tulisan ini, sebagaimana tertera di atas “Siapa Ingin ke Surga, Pintu Selalu Terbuka,” merupakan inspirasi dari lagu qasidah Nasida Ria yang berjudul “Pintu Surga”.

Menggambarkan bahwa siapa saja boleh masuk surga, siapapun berhak masuk ke dalamnya tidak memandang suku, bangsa (asalkan beragama Islam, pen.) surga terbuka untuknya.

Tidak ada dikotomi dan diskriminasi untuk mendapatkan kebahagiaan di dalamnya, asalkan ber-Tuhan Allah SWT. Surga tidak mengenal kasta, brahmana – ksatria – sudra boleh masuk di dalamnya, syarat utamanya mengakui Tuhan Allah SWT dan Kerasulan Muhammad Saw.

Selain pengakuan 2 pernyataan di atas, dalam lirik lagu Grup Qasidah legendaris asal Semarang tersebut mengajak kepada pendengar untuk menghiasi hidup dengan amal baik.

Pintu surga hanya bisa diperoleh dengan amal perbuatan sendiri, tak seorangpun yang bisa menolong, tidak ada anak – orang tua, suami – istri, semua membawa amalnya masing-masing.

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya,” (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun demikian ada amalan yang tidak terputus yang kelak akan menolong kita, yakni amal jariyah – ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh. Sebagaimana hadis Rasulullah Saw.

“Apabila anak adam (manusia) telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya darinya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah (sedekah yang pahalanya terus mengalir), ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang selalu mendoakannya,” (HR Muslim).

Kemudian pada bait lagu berikutnya, Nasida Ria juga mengingatkan kunci masuk surga yaitu dengan menghindari perbuatan yang keji dan mungkar.

Perbuatan keji dan mungkar merupakan dosa besar yang akan menutup pintu surga bagi pelakunya. Sebagaimana firman Allah SWT.:

“Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al-‘Ankabut, 29:45)

Kemudian lagu Pintu Surga juga memberitakan kepada pendengar untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jikapun dengan mengamalkannya banyak yang tidak suka, membenci seperti para penegak keadilan, biarkan yang penting Tuhan sayang.

Terakhir, Nasida Ria lewat lagu Pintu Surga mengajak untuk tidak menyimpan rasa dendam apalagi berkepanjangan, seperti banyak kasus di Negeri ini yang seakan tiada maaf bagimu.

Kebencian hanya karena beda pilihan sampai-sampai membuka aib, tidak lagi melihat persaudaraan dan pertemanan. Hubungan seakan tiada arti saat berbeda pilihan.

Buanglah rasa dendam, terlebih kepada sesama. Timbulkan kasih sayang, karena sesungguhnya Rabb-mu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *