Serang, (icmibanten.or.id) – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, KKM Kelompok 50 mengadakan berbagai kegiatan bersama masyarakat sebagai bentuk kebersamaan, kepedulian, serta upaya mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga. Rangkaian kegiatan tersebut diisi dengan berbagai perlombaan 17 Agustus, pertunjukan seni dan sosial budaya, sosialisasi Bank Indonesia, pembagian hadiah lomba, berbagai doorprize menarik, hingga malam puncak sekaligus acara perpisahan KKM Kelompok 50 bersama masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ayang Fristia Maulana, S.H., M.Kn., serta perwakilan Polsek setempat. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan mahasiswa sekaligus mempererat hubungan antara KKM Kelompok 50, masyarakat, dan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan di Desa Pabuaran

Kegiatan lomba 17 Agustus berlangsung dengan meriah dan mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Berbagai perlombaan diselenggarakan dengan melibatkan anak-anak hingga masyarakat sekitar. Suasana semakin ramai dengan adanya hadiah-hadiah menarik bagi para pemenang lomba. Tidak hanya itu, KKM Kelompok 50 juga menyiapkan banyak doorprize yang dibagikan kepada masyarakat sehingga menambah keseruan dan antusiasme selama kegiatan berlangsung.

Pembagian hadiah dan doorprize menjadi salah satu momen yang paling ditunggu oleh masyarakat. Hadiah diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada peserta yang telah mengikuti perlombaan dengan penuh semangat. Sementara itu, doorprize diberikan sebagai kejutan dan hiburan tambahan bagi masyarakat yang hadir. Dengan adanya hadiah dan doorprize, kegiatan perayaan kemerdekaan terasa semakin meriah, hangat, dan penuh kebersamaan.

Tidak hanya perlombaan, KKM Kelompok 50 juga menghadirkan pertunjukan tari yang mengangkat keberagaman sosial dan budaya Indonesia. Beberapa tarian yang ditampilkan antara lain Tari Tokecang, Tari Ampar-Ampar Pisang, Tari Manuk Dadali, Tari Wonderland, dan Tari Indang. Pertunjukan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan menikmati berbagai kesenian daerah.

Sosialisasi Bank Indonesia: Bangga Rupiah, Aman Ber-QRIS, Cerdas Jadi Konsumen

Salah satu kegiatan edukatif dalam rangkaian acara tersebut adalah sosialisasi bersama Bank Indonesia dengan tema “Bangga Pakai Rupiah, Aman Ber-QRIS, Cerdas Jadi Konsumen.” Kegiatan sosialisasi ini disampaikan oleh Pringgo Wijaya, S.H., M.H., yang memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya mengenal, menggunakan, dan menjaga Rupiah dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penyampaian materinya, Pringgo Wijaya menjelaskan bahwa Rupiah bukan hanya sekadar alat pembayaran, tetapi juga merupakan simbol kedaulatan dan identitas bangsa Indonesia. Masyarakat diajak untuk memiliki rasa bangga dalam menggunakan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah Indonesia.

Pringgo juga menjelaskan konsep Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Menurutnya, cinta Rupiah dapat diwujudkan dengan mengenali, merawat, dan memperlakukan uang Rupiah dengan baik. Bangga Rupiah berarti menggunakan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah sekaligus menunjukkan rasa bangga terhadap identitas bangsa. Sementara itu, paham Rupiah berarti memahami fungsi Rupiah sebagai alat pembayaran, satuan hitung, dan penyimpan nilai.

Dalam sesi tersebut, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kondisi uang Rupiah. Masyarakat diimbau untuk tidak mencoret, meremas, melipat secara berlebihan, ataupun merusak uang. Menjaga Rupiah dengan baik merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap simbol kedaulatan negara.

Selain materi mengenai Rupiah, Pringgo Wijaya juga menyampaikan materi mengenai keamanan dalam menggunakan QRIS. Masyarakat diingatkan untuk selalu memastikan nama merchant sebelum melakukan pembayaran, mengecek kembali nominal transaksi, serta memastikan transaksi berhasil sebelum meninggalkan tempat pembayaran.

Beliau juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan informasi rahasia seperti PIN, kode OTP, maupun data pribadi kepada orang lain. Hal tersebut penting dilakukan untuk mencegah terjadinya penipuan dan penyalahgunaan data dalam transaksi digital.

Pada materi “Cerdas Jadi Konsumen”, masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam melakukan pembelian maupun transaksi. Masyarakat diharapkan mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, mempertimbangkan harga serta kualitas barang, dan tidak mudah tergiur dengan penawaran yang tidak jelas. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai bentuk penipuan, khususnya yang berkaitan dengan transaksi digital.

Penyampaian materi berlangsung secara interaktif sehingga masyarakat dapat lebih mudah memahami informasi yang diberikan. Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui pentingnya Rupiah, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan bertransaksi secara aman serta menjadi konsumen yang cerdas dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui sosialisasi ini, KKM Kelompok 50 berharap masyarakat dapat semakin memahami pentingnya menggunakan Rupiah dengan baik, melakukan transaksi digital secara aman, serta menjadi konsumen yang lebih cerdas dan bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan malam puncak sekaligus acara perpisahan KKM Kelompok 50 bersama masyarakat. Acara ini menjadi momen yang penuh kehangatan dan kebersamaan setelah seluruh rangkaian program kerja KKM dilaksanakan. Mahasiswa dan masyarakat saling berbagi cerita, kesan, dan pengalaman selama kegiatan KKM berlangsung.

Malam puncak tersebut juga menjadi kesempatan bagi KKM Kelompok 50 untuk memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menerima, membantu, dan mendukung mahasiswa selama menjalankan berbagai program kerja. Suasana perpisahan berlangsung penuh haru dan kebersamaan, menjadi penutup dari seluruh rangkaian kegiatan KKM Kelompok 50.

Melalui rangkaian kegiatan ini, KKM Kelompok 50 tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga berusaha hadir dan berkontribusi secara langsung di tengah masyarakat. Semangat kemerdekaan, pelestarian budaya, kecintaan terhadap Rupiah, literasi transaksi digital, serta kebersamaan menjadi nilai utama yang diharapkan dapat meninggalkan kesan positif bagi seluruh masyarakat.

Dengan adanya lomba, hadiah, doorprize, pertunjukan seni budaya, sosialisasi Bank Indonesia, hingga malam puncak perpisahan, seluruh rangkaian kegiatan KKM Kelompok 50 menjadi pengalaman yang penuh keceriaan, edukasi, dan kebersamaan yang akan menjadi kenangan bagi mahasiswa maupun masyarakat.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *