KOTA SERANG (22/12) — Bertepatan dengan peringatan Hari Ibu, 22 Desember 2025, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Serang melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, yang berlangsung di Ruang Wakil Wali Kota Serang. Momentum Hari Ibu ini dimaknai sebagai refleksi dan penguatan peran strategis perempuan dalam pembangunan kota.
Mengusung semangat bahwa perempuan hadir bukan hanya untuk didengar, tetapi juga untuk memberi arah perubahan, PDNA Kota Serang menyampaikan berbagai isu krusial yang dihadapi masyarakat, khususnya perempuan, di Kota Serang. Mulai dari persoalan sampah, jalan berlubang, premanisme, keberadaan Pak Ogah, lalu lintas kota, trayek angkutan umum, hingga isu kesehatan mental perempuan.
Audiensi tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara organisasi perempuan muda Muhammadiyah dengan pemerintah daerah dalam mendorong kebijakan yang lebih inklusif, responsif gender, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menyambut baik kritik dan masukan yang disampaikan PDNA Kota Serang. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Serang untuk membuka pintu kolaborasi dengan elemen perempuan dalam upaya pemberdayaan dan perlindungan perempuan.
“Momentum Hari Ibu ini sangat tepat. Kasus kekerasan terhadap perempuan, baik KDRT, kekerasan seksual maupun fisik, masih menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Banyak korban yang enggan melapor karena takut atau tidak menyadari bahwa dirinya adalah korban,” ungkap Nur Agis Aulia.
Ia juga mengapresiasi gagasan PDNA Kota Serang terkait kesehatan mental perempuan dan memberikan masukan tentang pembentukan Rumah Aman Perempuan sebagai sarana perlindungan, pendampingan, dan pemulihan korban kekerasan. Menurutnya, gagasan tersebut sejalan dengan visi mewujudkan Kota Serang yang ramah perempuan dan berkeadilan sosial.
Ketua PDNA Kota Serang, Maghfiroh Realis Murphi, dalam wawancara menegaskan bahwa audiensi ini merupakan wujud tanggung jawab moral perempuan muda untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah.
“Kami memaknai Hari Ibu bukan sekadar seremoni, tetapi momentum perjuangan. Perempuan harus terlibat dalam proses pengambilan kebijakan. Isu kota sangat dekat dengan pengalaman hidup perempuan, mulai dari rasa aman di ruang publik hingga kesehatan mental,” ujar Maghfiroh.
Ia menambahkan, PDNA Kota Serang siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam edukasi dan pendampingan dalam pemberdayaan perempuan, hal ini sejalan dengan visi misi PDNA Kota Serang.
Sementara itu, Sekretaris Bidang Kesehatan Lingkungan PDNA Kota Serang, Desi Ariyani, menekankan pentingnya keberlanjutan dialog dan tindak lanjut konkret dari audiensi tersebut.
“Kami berharap audiensi ini tidak berhenti di ruang dialog saja, tetapi berlanjut pada kebijakan dan program nyata, sehingga masyarakat dapat merasakan harapan akan sebuah perubahan.” tuturnya. Ia juga menambahkan tentang pentingnya kehadiran kepemimpinan yang melayani di tengah banyaknya kegelisahan masyarakat kota Serang akan permasalahan yang ada. “Sudah saatnya kota Serang merasakan kepemimpinan yang otentik, yang bersumber dari pemimpin yang bergerak melayani dengan hati. Kepemimpinan melayani yang otentik tentu juga butuh validasi dari masyarakat bahwa pemimpin mereka memiliki keresahan dan harapan yang sama sebagaimana masyarakatnya. Dengan begitu sinergi antara pemimpin dan masyarakat dapat terus sejalan menuju perubahan yang lebih baik bagi Kota Serang secara keseluruhan.”
Audiensi yang berlangsung dalam suasana reflektif Hari Ibu ini menjadi penegas bahwa langkah kecil hari ini adalah bagian dari perjuangan panjang menuju Kota Serang yang ramah perempuan dan berkeadilan sosial.
Perempuan bergerak, Kota Serang menguat.





