PANDEGLANG – Di sebuah kontrakan sederhana 10 tahun lalu, seorang guru memberikan motivasi kepada murid-murid SD Margamukti kelas 5 hingga lanjut ke SMP 1 Bojong dan SMKN 4 Pandeglang.
“10 tahun lagi kita buktikan ya, saat kalian nanti telah jadi sarjana”
Kalimat Ayah Uung Al-Muhiebby itu kini menjadi nyata.
Agustus 2026, salah satu santri cilik di hari itu, Neng Susi, S.IP, bersiap mengibarkan nama Pandeglang di kancah internasional. Ia resmi lolos beasiswa S2 International Program on Urban Governance di National Taipei University, Taiwan.
Dari Madrasah Diniyah di Bojong, menulis buku, hingga kuliah di Taiwan. Inilah kisah yang memicu.
DITEMPA SEJAK KECIL HINGGA MENJADI “SANTRI AHYA MUMTAAZ”
Perjalanan Neng Susi tidak dimulai dari bangku kuliah. Sejak SD ia sudah belajar mondok di asrama NORMA kontrakan Ayah Uung.
Langkah demi langkah ia lalui: dari Santri Madrasah Diniyah, naik ke Madrasah Wustho, hingga akhirnya diwisuda sebagai Santri Ahya (Ahlul Qoryah / Asli Kampung Setempat) di Ponpes Model Noor El-Madeenah tahun 2021 dengan yudisium MUMTAAZ.
“Di NORMA kami diajarkan: hafalan Al-Qur’an, hadits, tafaqquh fiddin itu wajib. Tapi menulis untuk umat juga jihad,” kenang TNS – sapaan akrab Neng Susi.
Nilai kesantrian itulah yang ia bawa sampai hari ini.
BUKAN HANYA CERDAS, TAPI JUGA PRODUKTIF
Saat teman sebayanya sibuk dengan tugas kampus, Neng Susi memilih produktif. Di Program Studi Hubungan Internasional UMY, ia tidak hanya kuliah.
Rekam jejaknya berbicara:
- Penulis 5 Buku dan 4 Jurnal tentang kepemimpinan pemuda, lingkungan, dan kebijakan publik
- Penulis Utama Jurnal Internasional yang terbit di IOP Conference Series: Earth and Environmental Science dan terindeks Scopus
- Penerima Hibah Riset PKM-RSH Kemendikbud
- Lulusan Terbaik Summa Cum Laude IPK 3.99 + Outstanding Student PTMA Tingkat Nasional 2024
“Menulis itu dakwah. Riset itu ibadah. Kalau santri tidak menulis, siapa lagi yang akan menulis tentang persoalan umat?” tulisnya dalam proposal beasiswa.
Portofolio inilah yang mengantarkannya lolos seleksi ketat IPUG Scholarship di Taiwan.
TAWAKKAL ORANG TUA: DARI SUPIR ANGKOT KE TAIWAN
Di balik semua prestasi itu, ada dua orang tua yang tawakkal. Bapaknya seorang supir angkot. Ibunya penjual bumbu di pasar.
Dengan penghasilan secukupnya, mereka tidak gengsi. Neng Susi pun sering ikut belanja, menemani orang tuanya jualan.
“Kami memilih investasi akhirat,” ujar mereka sederhana. Kini investasi itu berbuah: anaknya akan menjadi Magister di luar negeri.
Inilah bukti nyata pendidikan “Generasi Tamaddun” yang diajarkan NORMA: beradab, berilmu, dan berdampak.
DUKUNGAN PEMKAB DAN MISI KEPULANGAN
Keberangkatan Neng Susi mendapat sambutan hangat. Bupati Pandeglang, Ibu Hj. Raden Dewi Setiani, M.A menyempatkan silaturahmi ke kediaman keluarga Neng Susi di Kp. Margamukti – Bojong – Pandeglang.
Alhamdulillah, Pemkab Pandeglang memberikan dukungan pembiayaan awal. Tentu juga persiapan biaya dari tabungan keluarga sendiri serta sumbangsih dari pelbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan persiapan teknis lainnya yang sangat bernilai tentunya. Neng Susi mengapresiasi dan berterima kasih banyak atas support semua ini.
“Jaga nama baik Pandeglang. Pulanglah membawa ilmu untuk membangun Banten, khususnya Pandeglang,” pesan Bupati.
Dalam proposalnya, TNS menulis misi besar: mempelajari Smart City, ESG Data Analytics, dan Green Governance untuk dibawa pulang mengabdi.
“KALAU SAYA BISA, KALIAN JUGA BISA”
Dulu mimpi “Ma’aahid of Madeenah International – MODEL” terasa jauh. Kini dimulai dari satu orang alumni pertamanya.
“Alon-alon alumni NORMA yang tergabung di PANGLIMA – Paguyuban Angkatan Lintas Alumni Madeenah Antarbangsa mulai menebar ke mancanegara. Neng Susi yang pertama,” tegas Ayah Uung Al-Muhiebby.
Pesan TNS untuk adik-adik santri sangat sederhana:
“Mulai dari baca 1 halaman sehari. Tulis 1 paragraf sehari. 10 tahun kemudian Allah yang akan membuktikan.”
Neng Susi dijadwalkan berangkat akhir Agustus 2026.
Bismillaah… Mohon do’a dan supportnya. Semoga ini menjadi wasilah agar para santri NORMA menyusul, menyebar ke seantero mancanegara dengan tetap niat lillah dan ibadah.
BOX MOTIVASI: “APA KUNCI TNS LOLOS BEASISWA?”
- Akademik Kuat: IPK 3.99, Summa Cum Laude, Outstanding Student Nasional
- Riset: 1 Jurnal Scopus, 1 Riset PKM-RSH Kemendikbud
- Karya: Penulis 5 Buku dan 4 Jurnal
- Pengabdian: Green Leadership Project Kemenpora, Sekolah Kepemimpinan Nasional
- Visi Jelas: “Membawa pulang ilmu Smart City untuk Banten Madani”





