(HARI SUMPAH PEMUDA YANG KE 98 TAHUN)

Oleh: M. Asep Rahmatullah, M.Pd

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
(Qs Ar-Ra’d Ayat: 13)
Bangsa Indonesia harus merasa takut terhadap kelemahan generasi muda Indonesia yang lemah terhadap ilmu pengetahuan, pendidikan, kemandirian dan kesejahteraan ekonomi. Sebagaimana pesan Allah di dalam kitab suci al-qur’an yang berbunyi di bawah ini.
Artinya:” Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (Qs An-Nisa Ayat : 9).
Pemuda merupakan harapan orang tua, masyarakat, agama, bangsa dan negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Perubahan dunia di mulai dari kaki dan tangan anak-anak muda yang peduli terhadap perubahan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Dengan semangat api yang membara di dada, pemuda merupakan aset negara yang bisa diandalkan untuk melakukan perubahan nyata.
Pada tanggal 28 oktober merupakan momentum hari sumpah pemuda yang di peringati oleh seluruh masyarakat Indonesia dari Aceh, Sumatera, Banten, Jawa, Sulawesi, Kalimantan sampai Papua. Hari sumpah pemuda merupakan bahan refleksi renungan bersama, monitoring dan evaluasi terhadap persoalan lokal, kebangsaaan, keIndonesiaan dan dunia global yang sedang tidak baik-baik saja dalam ancaman perang dunia ketiga.
Lahirnya gerakan suci sumpah pemuda merupakan narasi perjuangan anak-anak muda bangsa Indonesia yang memiliki ikatan kuat bersama dari Aceh sampai Papua. Dari sumpah pemuda melahirkan ikrar suci putra putri Indonesia yang bertumpah darah satu tanah Air Indonesia, berbangsa satu, bangsa Indonesia, menjujung bahasa persatuan, yaitu Bahasa Indonesia, yang berbendera satu, bendera merah putih.
Dari teks sumpah pemuda di atas memiliki arti makna mendalam dan tujuan yang besar dan mulia bagi para pemuda masa itu, para pemuda memiliki tugas, peran dan fungsi untuk berjuang melahirkan Indonesia Merdeka secara 100 % sempurna dan paripurna ke dalam dan keluar.
Dengan segala daya energi pengorbanan harta dan jiwa, dan doa, para pemuda berjuang menyatukan para pemuda melalui sumpah pemuda. Pemuda merupakan pilar pelopor, penggerak dan pelaku kemerdekaan Indonesia, sehingga nilai sakral yang profan itu selalu kita peringati sampai hari ini. Para pemuda selalu berbicara kata yang sesuai realita fakta untuk menyelesaikan masalah kemasyarakatan, kebangsaan dan keindonesiaan.
Dari berbagai latar belakang organisasi agama, kedaerahan dan kepemudaan semuanya berkumpul menyatukan ide gagasan dan pemikiran yang konstruktif dan produktif, bersatu padu, berikat, berhimpun, bergerak dalam membentuk kekuatan pemuda Indonesia.
Tidak ada lagi egositas, kedaerahan, sekretarian, superioritas merasa paling benar, hebat dan kuat yang bergerak masing-masing, semuanya menyatu membentuk kesatuan dan persatuan dalam ikatan suci sumpah pemuda Indonesia. Mereka membaca realitas kebangsaaan dan keindonesiaan yang terjajah dan tertindas oleh penjajah Belanda, Inggris, Portugis, Spanyol dan Jepang.
Para pemuda merencanakan, mengorganisir, membentuk jaringan, menggerakan kekuatan untuk membangun ikatan kesatuan dan persatuan untuk melawan penindasan dan penjajahan bangsa asing yang mengeruk sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia Indonesia (SDM) melalui devide et impera, politik etis, kerja rodi, romusa dan tanam paksa.
Itulah kekuatan pemuda masa lalu yang senantiasa mengutamakan kepentingan agama, bangsa dan negaranya di atas kepentingan pribadi dan kelaurganya. Mereka rela berkorban dan berjuang harta, jiwa raga untuk membela kemerdekaan Indonesia. Setelah Indonesia Merdeka tampaknya kemerdekaan masih terasa semu dan tidak memiliki arti makna substansial yang mendalam sesungguhnya bagi masyarakat Indonesia.
Semuanya terasa ada kejanggalan dalam berbangsa dan bernegara, hal itu terlihat dari berbagai arah agenda kegiatan formalitas yang prosedural, miskin makna dan tujuan yang sebenarnya. Hampir semua program pemerintah Indonesia itu kurang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, atau tidak berdampak besar bagi rakyat Indonesia.
Berbagai agenda program kementerian dan dinas kurang makna substantif berkualitas, berdampak luas, bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia. Banyak program pemerintah yang di salah gunakan oleh para bandit mafia oknum yang tidak bertanggung jawab dalam bentuk kolusi, korupsi baik secara individu dan berjamaah dari pejabat pusat hingga daerah. Dan nepotisme dalam penyalahgunaan kekuasaan. Selain itu Indonesia mengalami krisis multidimensi dari berbagai bidang sektor kehidupan agama, ekonomi, pendidikan, sosial, hukum, pertanian, kehutanan, air, lingkungan, keamanan dan teknologi.
Melihat kondisi zaman yang selalu berubah, peluang dan tantangan masa kini begitu berat, masalah datang silih berganti, krisis multidimensi, perubahan sangat cepat. Dalam bidang keagamaan terasa pemahaman masyarakat masih sangat dangkal dan mudah terprovokasi, serta lemahnya praktek ilmu agama, sehingga menimbulkan masalah kemusrikan, kejahatan terus meningkat pada bidang pembunuhan, pencurian, perzinahan, LGBT, hilangnya kejujuran, kepercayaan amanah, kedurhakaan terhadap Allah, Rasul dan kedua orang tua. lemahnya kepekaan empati dan simpati terhadap masyarakat tertindas (mustadafin).
Krisis ekonomi yang cenderung kapitalistik , kesenjangan dan ketimpangan sosial masyarakat yang semakin individualistik. Akses pendidikan belum merata, angka putus sekolah, dan kualitas pendidikan yang kurang bermutu. Politik yang cenderung pragmatis oportunistik, lemahnya penegakan hukum pidana dan perdata pada kejaksaan, pengadilan, kepolisian dan mahkamah konstitusi yang cenderung kasih uang habis perkara (KUHP).
Alih fungsi lahan pertanian, kerusakan ekologis alam semesta, kelangkaan air pada musim panas, kebanjiran pada musim hujan serta krisis lingkungan kehutanan yang berlebihan. Data keamanan dan teknologi yang sangat rapuh dan rawan di salahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sehingga melahirkan masalah baru dalam bentuk judi online, pinjaman online, narkoba dan penyalahgunaan data lainnya.
Serta krisis pemuda yang memiliki idealisme, identitas, moralitas, integritas, kapasitas dan kompetensi yang unggul dari berbagai bidang keahlian. Kondisi ini sangat memprihatinkan bagi generasi bangsa Indonesia ke depannya, sehingga menjadi beban berat bagi bangsa dan negara Indonesia. Dan negara belum hadir untuk mencetak, melahirkan dan merawat kader tunas muda-mudi bagi bangsa dan negara Indonesia.
Krisis multidimensi, keteladanan para pemimpin negeri serta keberpihakan negara masih setengah hati dalam mempersiapkan anak-anak generasi muda-mudi bangsa Indonesia yang unggul dalam bidang iman taqwa dan ilmu pengetahuan teknologi. Sehingga bangsa ini masih terbelakang, tertindas dan terjajah pada aspek semua bidang kehidupan. Sehingga bangsa Indonesia di ambang ketidakpastian untuk masa depan tahun 2030-2045.
Tetapi, pemuda pembawa perubahan di mulai dari jiwa individu yang bersih, suci, mandiri dan merdeka. Sehingga membentuk kekuatan komunitas organisasi tim yang kuat dan solid membangun Indonesia raya. Pemuda tidak hanya bergantung pada bangsa dan negara, mereka merupakan pemuda yang berperan aktif, berani, cerdas, disiplin, mandiri, inovatif, kreatif dan produktif dengan ide, gagasan pemikiran yang konstruktif dan karya nyata yang berdampak dan bermanfaat secara luas bagi masyarakat Indonesia raya.
Dengan segala keahlian, kapasitas dan kompetensi yang di milikinya, pemuda dengan segala keberanian untuk memulai mencoba hal baru, kecerdasan yang brilian, kedisiplinan yang kuat, kemandirian yang Tangguh. Inovasi kreasi dan produktifitas yang tinggi mereka berbuat membangun kehidupan yang bermakna mendalam bagi kehidupan rakyat Indonesia.
Peran pemuda pembawa perubahan masa kini adalah pemuda yang ahli pada bidang agama akan memberikan pencerahan kepada masyarakat, bidang pendidikan mencerdaskan anak-anak bangsa, bidang ekonomi membangun kemandirian dan kesejahteraan rakyat Indonesia, bidang sosial untuk mengatasi kesenjangan dan ketimpangan antara si kaya dan miskin, bidang politik pandai membangun kedaulatan dan peradaban bangsa.
Bidang pertanian membangun kemandirian ketahanan pangan dari keluarga, masyarakat lingkungan sekitar, bidang kehutanan mengembalikan hutan yang alam, asri dan hijau, bidang air dan lingkungan dapat menjaga air dan lingkungan yang aman, damai dan nyaman, bidang teknologi menguasai ilmu pengetahuan informasi dan teknologi untuk kemajuan bangsa dan negara.
Pemuda pembawa perubahan sebagai pesan guru bangsa HOS Cokroaminoto harus memiliki nilai-nilai kekuatan semurni-murni iman tauhid, setinggi-tinggi ilmu pengetahuan yang bermanfat, dan sepandai-pandai berpolitik yang beradab. Pemuda sebagai penggerak, pelopor dan pengukir sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia harus melakukan perubahan lebih baik lagi, sehingga bangsa ini berubah, berkemajuan, berkembang, bertumbuh menjadi negara mandiri, kuat dan tangguh yang disegani dunia. Semoga pemuda pembawa perubahan dapat mewujudkannya. Selamat hari sumpah pemuda.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *