Serang, (icmibanten.or.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 58 Desa Sambilawang Universitas Bina Bangsa (UNIBA) bidang pemberdayaan ekonomi, UMKM, dan koperasi melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui digitalisasi potensi wisata dan pengembangan usaha lokal di Desa Sambilawang, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang.

Program tersebut diwujudkan melalui promosi Pemancingan Kali Sambolo sebagai salah satu destinasi wisata desa, serta pendampingan rebranding UMKM emping melinjo yang merupakan produk unggulan masyarakat setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing usaha lokal sekaligus memperluas jangkauan pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM melakukan berbagai upaya, seperti pembuatan video promosi yang diunggah ke media sosial, pendampingan penggunaan Google Maps agar lokasi usaha lebih mudah ditemukan, serta sosialisasi penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS kepada pengelola usaha dan masyarakat.

Selain mempromosikan sektor wisata, tim KKM juga mendampingi pelaku UMKM emping melinjo melalui program rebranding yang meliputi pembuatan logo, desain kemasan, dan pengenalan strategi pemasaran yang lebih modern. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan nilai jual produk sekaligus memperkuat identitas UMKM Desa Sambilawang di tengah perkembangan pasar digital. Program pemberdayaan ekonomi tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa KKM Kelompok 58 Desa Sambilawang yang terdiri atas Delvina Putri, Windi Ayu Febrianti, Fatihah Sekar Kinasih, dan Noval. Keempat mahasiswa tersebut berkolaborasi dalam menyusun program yang berfokus pada pengembangan potensi ekonomi desa berbasis teknologi.

Menurut tim KKM 58 Desa Sambilawang, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu langkah yang dapat membantu masyarakat dalam memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas. “Melalui program ini, kami berharap Pemancingan Kali Sambolo dan UMKM emping melinjo dapat semakin dikenal oleh masyarakat. Pemanfaatan teknologi, seperti Google Maps, media sosial, dan pembayaran digital, diharapkan mampu mendukung perkembangan usaha lokal dan membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Desa Sambilawang,” ujar tim KKM 58 Desa Sambilawang.

Pengelola Pemancingan Kali Sambolo dan pelaku UMKM emping melinjo menyambut baik program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM. Mereka menilai bahwa pendampingan tersebut memberikan wawasan baru mengenai pentingnya digitalisasi dalam mendukung perkembangan usaha di era modern.

Melalui program ini, mahasiswa KKM 58 Desa Sambilawang berharap masyarakat dapat lebih terbuka terhadap perkembangan teknologi, khususnya dalam bidang pemasaran dan transaksi digital. Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, potensi wisata serta UMKM lokal diharapkan mampu berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian desa.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *