Oleh: Taufik Hidayatullah
Taufik Hidayatullah merupakan pemuda sederhana yang lahir dari keluarga biasa saja terbukti saat menginjak usia sebelas tahun ayahnya meninggal dunia saat dia duduk dibangku Sekolah Dasar. Dan ibunya tetap memberikan dorongan yang cukup kuat bahwa pesan ayahnya yang mengatakan paculmu ialah pulpen. Perkataan tersebut cukup terpatri dalam benaknya. Rekam jejak pendidikanya tercatat cukup rapi dia pernah nyantri dibanyak tempat baik sambil sekolah formal maupun hanya sebatas Pasaran dalam waktu tertentu. Tercatat dia merupakan alumni Pesantren Modern Al-Rahmah Islamic Boarding School Lebakwangi Serang Banten.Dipesantren tersebut taufik digembleng yang pada mulanya buta bahasa hingga menduduki jabatan Kabid(Kepala Bidang) Bahasa Ponpes al-Rahmah, amanah yang cukup bergengsi di pesantrenya hingga diberi amanah menjaga kantin pesantren bersama dua rekan satu kelasnya hingga dicalonkan sebagai Ketua OSPA (Organisasi Pesantren Al-Rahmah) walaupun dia kalah Jumlah voting suara oleh rekanya sendiri yang berasal dari Tanara Serang Banten dan Taufik hanya menduduki jabatan Wakil OSPA pesantrenya. Ditengah kesibukanya dia tetap berprestasi dengan mendapat peringkat kedua dikelasnya 1 Extension A. Bersama rekanya juga Taufik kerapkali jadi utusan pesantrenya dalam rangka mengikuti perlombaan diluar pesantrenya dalam ajang lomba Debat Bahasa Arab antar pesantren.
Pasca Lulus Pesantren Taufik Hijrah jauh dari Bumi Jawara menuju Bumi Seribu Masjid Lombok Nusa Tenggara Barat untuk mengenyam pendidikan dibangku perkuliahan dengan bekal Beasiswa Bidikmisi yang digagas Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau lebih akrab disapa dengan nama akronim SBY. Masuk dunia kampus Taufik langsung tancap gas dengan mengikuti banyak ajang perlombaan baik dalam dan luar kampus. Di ranah internal kampus Taufik pernah mengikuti lomba Debat Bahasa Arab dalam ajang PORSENI maupun P2B(Pusat Pengembangan Bahasa) bersama rekan-rekanya dan dua lomba tersebut ditutupnya dengan keluar sebagai juara kedua dan ketiga. Diranah eksternal kampus tercatat dia pernah mengikuti lomba Tausiyah di RRI(Radio Republik Indonesia) Mataram Nusa Tenggara Barat dan keluar sebagai juara ketiga. Dalam ranah kampus dia memegang jabatan Ketua HMJ(Himpunan Mahasiswa Jurusan) Bidang Bahasa dalam lingkup jurusanya. Pasca lulus tak tanggung tanggung dia diterima disalah satu sekolah favorit di tanah kelahiranya Serang Banten yaitu SMA Islam Nurul Fikri Anyer Serang Banten. Saat mengikuti lomba antar pegawai dia berhasil mendapatkan juara kedua lomba Tausiyah antar pegawai. Tak sampai disitu aura jiwa pengembaraan intelektualnya bisa dikatakan cukup menggeliat untuk kali kedua dia menerima Beasiswa Kursus Bahasa Arab KSU Marka Arabiyyah yang berlokasi di Pare Kediri Jawa Timur yang tersohor dengan Kampung Inggris.
Tak hanya pesantren modern yang sempat taufik singgahi sosoknya yang haus akan ilmu pengetahuan bergeser untuk menggali ilmu disalah satu Pesantren di Garut Jawa Barat yaitu Al-Futuhat untuk mengikuti pasaran kitab selama beberapa bulan. Pasca dari Garut dia bergeser ke Ciamis untuk melanjutkan pendidikan Strata Dua Magister di salah datu kampus Swasta di Ciamis Jawa Barat bahkan disela-sela hari libur kuliah tercatat dia pernah mengikuti pasaran kitab di salah satu pesantren yang terletak di Cikole Ciamis Jawa Barat Yaitu Miftahul Huda Utsmaniyah selama bulan Ramadhan tahun 2026. Selain itu, aktivitas keseharianya dihabiskan dengan menulis dibanyak media online di Indonesia geliatnya menulis dimulai dari website milik Muhammadiyah yaitu tanwir.id pada tahun 2021 hingga sekarang berubah nama menjadi Tajdeed.id, diantara website yang pernah menajdi tempat menyalurkan fikiranya antara lain icmibanten.or.id, tajdeed.id, kabarfajar.com, faktabanten.com hingga salahsatu website masjid didekat kampusnya yaitu masjidagungciamis.or.id, wallahua’lam


