Oleh : M. Asep Rahmatullah

Agama Islam adalah ajaran yang mengandung nilai-nilai kebaikan dalam bentuk rasacinta kasih sayang, kedamaian, kesamaan, keadilan, kesetaraan, menolong, membantu, musyawarah persamaan, persaudaraan, persatuan, saling menghargai dalam bentuk moderasi dan toleransi yang hakiki. Serta rahmat untuk alam semesta dan seluruh umat manusia di muka bumi ini baik muslim maupun non muslim. 

Agama Islam ini agamaterakhir dan terbaik yang memerintahkan umat manusia untuk mengajak kepada kebaikan dan melarang keburukan, sebagaimana firman Allah Swt yang berbunyi di bawah ini

Artinya : “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS Ali Imran Ayat : 110)

Dalam catatan sejarah piala dunia, pada tahun 1900-1930 terjadi perang dunia 1 dan 2, dan pada sa’at itu pula konsep ide gagasan piala dunia di cetuskan oleh Jules Rimet seorang pengusaha dan pengacara dari Prancis, kemudian piala dunia yang pertama kali di selenggarakan oleh Federation Internasionale De Football Assosiation (FIFA) selama empat tahun sekali. Pada piala dunia yang pertama kalinya yang di laksanakan di negara Uruguay pada tahun 1930. 

Kemudian, piala dunia yang kedua pada tahun 1934, yang di selenggarakan oleh Italiasebagai tuan rumah, hanya di ikuti oleh 16 negara dan juaranya adalah italia yang mengalahkan cekoslowakia dengan skor 2 vs 1. Sampai dengan tahun 1978 piala dunia yang ke 11 hanya di ikuti oleh sejumlah 16 negara. Selanjutnya, pada piala dunia yang ke 12 tahun 1982 yang di selenggarakan oleh tuan rumah Spanyol, piala dunia di ikuti oleh 24 negara. 

Selanjutnya, pada turnamen piala dunia yang ke 16 tahun 1998 di prancis, pelaksanaan piala dunia pun bertambah banyak, yang di ikuti oleh sejumlah 32 negara yang ikut meramaikan perhelatan akbar piala dunia selama empat tahunan sekali. Pada tahun 2002, seabagai tuan rumah Korea Selatan dan Jepang, tahun 2006 di Jerman, tahun 2010 di Afrika Selatan, tahun 2014 di Brazil, tahun 2018 di Rusia, tahun 2022 di Qatar. 

Dan piala dunia yang ke 23 kali di Wasington DC, Amerika Serikat pada tahun 2026, peserta Piala dunia sejumlah 48 negara. Berikut daftar tabel  piala dunia Amerika tahun 2026di bawah ini sebagai berikut :  

Daftar Negara Piala Dunia Tahun 2026

Sumber : Kompas

Dari tabel di atas, bahwa peserta piala dunia terdiri dari berbagai negara perwakilan Asia, Afrika, Amerika Latin dan Eropa yang mengikuti turnamen sepak bola dunia tahun 2026 di Amerika. Oleh karena itu, piala dunia merupakan ajang kompetisi turnamen bergengsi antar seluruh negara di dunia yang sedang memasuki perdelapan final piala dunia yang menyisakan perwakilan negara Afrika dari Maroko, Eropa terdiri Prancis, Spanyol, Belgia, Inggris, Norwegia, Swiss dan Amerika hanya Argentina  yang berlomba-lomba untuk memenangkan pertandingan olahraga piala dunia yang di gemari oleh seluruh lapisan masyarakat dunia.

Dari catatan di atas, pada piala dunia yang ke 23 di Amerika pada tahun 2026 ini, banyak fenomena yang unik dan menarik yang terjadi di lapangan hijau stadion maupun di luar lapangan. Fenomena yang unik dan menarik menurut penulis adalah adanya sebuah benturan nilai-nilai agama, budaya, ekonomi dan politik di dalam dunia olahraga yang mengakibatkan gesekan-gesekan kecil piala dunia 2026. 

Di Amerika banyak berita dan isu yang beredar tidak sedap, baik itu diskriminasi, rasisme, rendahnya nilai keadilan baik itu tempat tinggal bagi para peserta piala dunia. Dan juga cara wasit yang memimpin jalannya pertandingan perdelapan final Argentina melawan Mesir yang banyak kontroversial, tidak objektif dan syarat kepentingan FIFA dan Yahudi. Serta juga berita tentang makanan yang disajikan dalam perhelatan piala dunia 2026. 

Piala dunia di Amerika tahun 2026 sangat jauh dari nilai-nilai keadilan, keamanan dan objektif  dan fair play dalam pertandingan olahraga, sehingga terjadi banyak benturan kepentingan elit, dan intervensi terhadap FIFA yang menguntungkan Argentina. Sehingga mengecewakan banyak masyarakat, penonton dan netizen sedunia, peristiwa ini merupakan citra buruk yang merusak dunia sepak bola. Sebagaimana samuel hutington ini merupakan benturan peradaban (Class Of civilization), dan menurut penulis perilaku ini sungguh miris dan menyedihkan benturan kepentingan agama, budaya dan ekonomi terjadi pada piala dunia 2026 di Amerika

Islam dan Piala dunia 2026 harus mengajarkan nilai-nilai kebaikan moralitas bagi para pelatih, pemain sepak bola maupun pendukung penonton dari berbagai dunia. Ada nilai kebaikan seperti gerakan bersih-bersih yang di lakukan oleh penonton Jepang, dannilai spiritualitas yang dilakukan beberapa negara muslim seperti Maroko, Mesir, Spanyol, Prancis, dan juga non muslim lainnya yang dimana para pemain bersujdu syukur, berdoa, dan membawa keluarga ke lapangan, lalu ada mencium ibunya sebagai simbol penghormatan perintah agama. 

Dan juga terliat beberapa simbol yang membawa bendera Palestina dari berbagai negara Islam maupun non Islam yang ingin membebaskan palestina dari belenggu penjajahan Israel Yahudi. Bahkan ada juga penonton yang membawa bendera Israel dan juga pemain yang bertato dengan lambang-lambang simbol tuhan, dajjal mesiah seperti mata satu ataupun freemansory yang terpampang di badannya. 

Semoga masyarakat dunia sadar bahwa Islam itu agama dakwah yang rahamatal lil alamin yang mengajak manusia kepada perbuatan baik, melarang keburukan, kejahatandan penjajahan yang melampaui batas kemanusiaan. Serta dapat saling menghargai dan menghormati agama dan budaya orang lain. Agama Islam mengajarkan kompetisi perlombaan yang beradab, sehat, sehingga terciptanya keamanan, kemerdekaan, keadilan, kedamaian, persaudaraan, persatuan dan peradaban yang harmonis dan toleran dalam  piala dunia tahun 2026. Semoga

Dosen Universitas Islam Syekh Yusuf dan Pengurus ICMI Banten 

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *